Selasa, 12 Juni 2012

Suksesmu karena Diriku Sayang!

(TULISAN INI DISEBARLUASKAN HARIAN VOKAL, 15 NOVEMBER 2010)
Terangguk-angguk Fulan mendengar sepenggalan cerita kehidupan CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, Thomas B. Wheeler dan istrinya. Suatu ketika orang sukses itu, menyusuri jalan raya antarnegara bagian.  Lama berjalan, baru mereka sadar, bahwa bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu. Berselang tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki. Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, "Asyik sekali mengobrol denganmu." Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun. "Astaga, untung kau ketemu aku," kata Wheeler menyombong. "Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama!" "Sayangku...," jawab istrinya, "Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin."
Luar biasa! Sungguh kisah yang disadur dari The Best Of Bits & Pieces, satu dari 71 Kisah dalam Buku Chicken Soup for the Couple's Soul, menghenyakan.
Ketika usai membaca, Fulan ingat dengan kawannya yang jadi anggota dewan di sebuah kabupaten di Riau. Seketika masa kampanye, sang istri dialah yang mengorbitkan nama sang kawan. Melambung tinggi dan meraup suara yang signifikan. Jadilah dia seorang wakil rakyat. Gagah benar dia sekarang. Maklum seorang politisi namanya.
Tak lama waktu berjalan, sang kawan mulai agak renggang dengan istrinya. Lupa dia dengan jasa-jasa sang pendamping. Tak ingatlah lagi, kalau yang ikut berjuang di jalan demokrasi itu adalah istrinya. Pikun dia kalau yang menghebatkan dia adalah orang rumahnya.
Kata orang bijak, banyak manusia yang menjadi sukses karena dukungan dari perempuan yang menjadi istrinya. Sebaliknya, tidak sedikit juga laki-laki yang jatuh dan hancur karena perempuan yang dinikahinya. Sungguh, pernikahan adalah upaya penyatuan dua kekuatan yang jika berhasil melakukannya maka keberhasilan pun akan diraih.
Fulan mendehem-dehem sendiri. Dalam hatinya dia berkata, seorang istri harus bisa menjadi seorang permaisuri, pembantu rumahtangga, sekaligus kekasih untuk suaminya.
Supaya dua pendapat seiring, Fulan teringat dengan sabda Nabi diriwayatkan Ibnu Majah dan Turmidzi. Dari Ummu Salamah, sesungguhnya Rasulullah SAW pernah berkata, "Barangsiapa di antara wanita yang meninggal dunia dan ketika itu suaminya suka kepadanya, wanita itu akan masuk surga."  ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar